Minggu, 01 April 2012

Objek Dan Kajian Sosiologi Pengantar Ilmu Sosiologi


ANTROPOLOGI
OBYEK DAN KAJIAN SOSIOLOGI


Oleh :

MU’AMMAR SYAIKHUL QATHAFI ASS
111034028

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
2011-A




OBYEK DAN KAJIAN SOSIOLOGI
A.    PENGERTIAN SOSIOLOGI
Nama Aguste Comte seorang filosofis dari Perancis yang hidup pada tahun 1798-1857.M Comte adalah orang yang pertama kali melahirkan nama sosiologi pada tahun 1842,dengan menerbitkan bukunya yang berjudul :” Positiv Philosophy “.ia memunculkan nama sosiologi ,dengan menggabungkan dua kata yaitu “ socius “yang artinya teman atau kawan dan diartikan sebagai masyarakat,sedangkan “ logos “ yang berarti ilmu. Jadi sosiologi dapat dipahami sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antar teman atau antar anggota masyarakat.

Beriku ini akan pendapat dari beberapa ilmuwan tentang pengertian sosiologi :
-          Adam Kuper,berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang fokusnya mempelajari masyarakat.Juga menyebutkan sosiologi ebagai ilmu yang mempelajari tindakan atau perilaku manusia di dalam kelompoknya.
-          Pitirin Sorokin,mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala ekonomi dengan agama,keluarga dengan moral,hukum dengan ekonomi,gerak masyarakat dengan politik.
-          Selo Soermadjan  dan Soelaeman Soemardi,mengatakan baha sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social termasuk perubahan-perubahan social.
-          Nursid Sumaatmaja (1986),berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang relasi-relasi social,artinya bahwa manusia merupakan makhluk yang aktif mengadakan kontak-kontak dengan antaraksi-antaraksi social yang berupa tingkah laku dan dapat saling mempengaruhi.

Dari apa yang dikemukakan para ilmuwan tentang pengertian sosiologi dapat ditarik kesimpulan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari :
1.      Hubungan timbal-balik antara manusia dengan manusia lainnya,maupun individu dengn masyarakat.
2.      Kehidupan masyarakat dan semua tindakan atau perilaku manusia dalam kelompoknya.
3.      Struktur social,proses social termasuk perubahan social.
4.      Pengaruh timbale-balik antara berbagai segi kehidupan,seperti :ekonomi,moral,politik dan agama.

B.     SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI.

Sejarah pemikirsn terhadap masalah-masalh serta isu-isu yang berhubungan dengan sosiologi sudah lama berkembang sebelum sosiologi itu lahir menjadi suatu disiplin ilmu.Para ahli filsafat Pencerahan (Enlightenment)pada abad ke-18 sudah menekankan peranan akal budi yang potensial dalam memahami perilaku manusi dan dalam memberikan landasan untuk hukum-hukum dan organisasi Negara.
Sejarawan dan filsuf social islam Tunisia,Ibnu Khaldun (1332-1406),sudah merumuskan suatu model tentang suku bangsa nomaden yang keras dan masyarakat-masyaakat halus bertipe menetap dalam suatu hubungan yang kontras.Khaldun menyimpulkan bahwa kehidupan nomaden lebih dahulu ada disbanding kehidupan kota dan masing-masing kehidupan ini memiliki karakteristik tersendiri.Pendapat Khaldun tentang watak-watak masyarakat manusia dijadiakannya sebagai landasan konsepsinya bahwa kebudayaan dalam berbagai bangsa berkembang melalui empat fase,yaitu fase primitive atau nomaden,fase urbanisasi,fase kemewahan dan fase kemunduran yang mengantarkan manusia menuju jurang kehancuran.Kemudian keempat fase tersebut sering disebut Khaldun dengn fase pembangunan,pemberi gambar gembira,penurut dan pengahancur.
Keadaan seacam itu tidak sekadar meland dalam sosiologi sebab sampai menjelang pertengahan abad ke- 19,hamper semua ilmuu pengetahuan yang dikenal sekarang ini,pernah menjadi bagian dari flsafat dunia Barat yang berperan sebagai induk dari ilmu pengetajuan atau Mater Scientairum ataupn meurt Francis Bacon sebagai tehe greatmother of thescience (Rosenberg,1955 dalam Supardan,2007).
            Auguste Comte, seorang ahli filsafat dari Perancis yang lahir pada tahun 1798 dan                 meninggal pada tahun 1853.  Auguste Comte mencetuskan pertama kali nama sociology dalam bukunya yang berjudul Positive Philoshopy yang terbit pada tahun 1830-1842. Pada waktu itu Comte menganggap bahwa semua penelitian tentang masyarakat telah mencapai tahap terakhir, yakni tahap ilmiah, oleh karenanya ia menyarankan semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi ilmu yang berdiri sendiri, lepas dari filsafat yang merupakan induknya. Pandangan Comte yang dianggap baru pada waktu itu adalah bahwa sosiologi harus didasarkan pada observasi dan klasifikasi yang sistematis, dan bukan pada kekuasaan serta spekulasi.
Di samping mengemukakan istilah sosiologi untuk ilmu baru yang berasal dari filsafat masyarakat ini, Comte juga merupakan orang pertama yang membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ilmu-ilmu lainnya.
Menurut Comte ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya. Tahap pertama dinamakan tahap theologis, kedua adalah tahap metafisik, dan ketiga adalah tahap positif. Pada tahap pertama manusia menafsirkan gejala-gelajala di sekelilingnya secara teologis, yaitu dengan kekuatan adikodrati yang dikendalikan oleh roh, dewa,  atau Tuhan yang Maha Kuasa. Pada tahap kedua manusia mengacu pada hal-hal metafisik atau abstrak, pada tahap ketiga manusia menjelaskan fenomena-fenomena ataupun gejala-gejala dengan menggunakan metode ilmiah, atau didasarkan pada hukum-hukum ilmiah. Di sinilah sosiologi sebagai penjelasan ilmiah mengenai masyarakat.
Tokoh ahli kemasyarakatan dari inggris,yaitu Herbert Spencer (1820-1830)merupakan tokoh pertama menulis tentang masyarakat atas dasar data empiris yang konkret dan dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principles of Sociology.Mengemukakan tentang kunci memahami gejala social atau gejala alamiah itu adlah hokum evolusi universal (Spencer,1967).
Emile Durkeim (1858-1917) “ Bapak ilmu sosiologi “ dalam pengembangan disiplin sosiologi sebagai disiplin akademik,mengikuti tradisi positivistic Prancis.Dalam bukunya yang berjudul The Rules of Sociological Method,Durkheim mengajukan dalil bahwa fakta social itu tidak dapat direduksikan ke fakta individu,melainkan memiliki eksistensi yang independen pada tingkat soaial.walaupun pendapt tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh seperti,Max Weber dan George C. Homans dalam karyanya Cocial Behavior: it’s Elementary Forms,kelompok redksionis yang mengemukakan bahwa setiap usaha untuk menjelaskan gejala social akhirnya harus didasarkan pada proposisi-proposisi mengenai perlaku individu (Homans,1961 dan Supardan,2007).
Apa yang membedakan fakta social itu dapat dibedakan dengan gejal individual? Bagi Durkheim,fakta social itu memiliki karakteristik yang berbeda dengan gejala individual.
1.      Fakta social bersifat eksternal terhadap individu yng merupakan cara bertindak,berpikir dan berperasaan yang memperlihatkan keberadaanya diluar kesadaran indvidu.
2.      Fakta social itu memaksa kepada individu,walaupun tidak dalm pengertian kepada hal-hal negatif.
3.      Fakta social itu bersifat universal,leh karenanya tersebar secara luas alam arti milik bersama,bkan sifat individu perorangan ataupun hasil penjumlahan individual,tetapi kolektif.
Pada saat yang hamper sam,Max Weber (1864-1920)tokoh pendiri akademik yang terinspirasi oleh tradisi Geistewissenchaven dan Kulturlehre dari Jerman ,berusaha membentuk disiplin baru.Sosiologi dibedakan oleh pendekatan dan pandangan interpretatifnya dari pada oleh pernyaan baha seperangkat fakta terpisah merupakan wilayah ekslusif untuk studynya.Bagi Weber,sosiologi dibedakan oleh usahanya untuk Versthen (memahami)tingkah laku manusia dan kenyataan social iu sebagai sesuatu yang didasarkan pada motivasi individu dan tindakan social yang berarti.
Sosilogi berkembang dengan pesatnya pada abad ke – 20,khususnya di Prancis,Jerman, dan Amerika Serikat walaupun arah perkembangan dari Negara tersebut berbeda-beda.Nama-nama seperti, Auguste comte dan emile Durkheim, herbert spencer,Karl Marx,Manheim,Max Weber, George Simmel,Ralf Dahrenorf (Jerman), Vilfredo Pareto (Italia),Pitirim Sorokin (Rusia), Charles Horton Cooley,Talcot Parsons, Georgr Herbert Mead,Lester F Ward,Erving Goffman, Lewis Coser, Randall Collins (AS),beserta tokoh sosiologi di Eropan dan Amerika.Dari kedua benua inilah sosilogi kemudian menyebar ke benua dan Negara-negara lain,termasuk ke Indonesia.Singkatnya para pelopor mengembangkan dasar-dasar sosiologi mersa yakin bahwa mereka hidup dalam masa penting yang menentukan dalam sejarah.
Di Indonesia,walaupun secara formal sebelum kemerdekaan belum berkembang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan,namun menurut Selo Soermadjan banyak diantara para pujangga dan pemimpin-pemimpin kita yang telah memasuki unsure-unsur sosiologi dalm ajaran-ajarannya (1965).Sebagai contoh ajaran Wulang Reh yang diciptakan oleh Mangkunegara IV dari Surakarta yang penuh dengan tata hubungan golongan yang berbeda-beda pada masyarakat Jawa,terutama menyangkut Intergroup Relations.Dan Rechtshogeschool atau Sekolah Tinggi Hukum yang berkedudukan di Jakarta merupakan lembaga perguruan tinggi di Indonesia yang pertama kali memberikan kuliah-kuliah sosiologi sebelum perguruan tinggi di Indonesia yang pertama kali memberikan kuliah-kuliah sosiologi sebelum meletusnya Perang Dunia II.
Mr.Djody Gondokusumo penulis pertama buku sosiologi di Indonesoia setelah Revolusi Fisik,menyusul diterbitkannya buku sosiologi oleh Bardoso kemudian disusul oleh tulisan Hassan Shadily,M.A yang berjudul Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia diterbitkan tahun 1952.Tidak lama kemudian tahun 1962,Selo Soermadjan menulis buku Social Changees dalm bahasa inggrisnya.Isinya adalah perihal perubahn-perubahn social dalam masyarakat Yogyakarta sebagai akibat revolusi politik dan social di Yogyakarta.Bersama-sama Soelaeman Soemandi tahun 1964, Selo Soermadjanmenulis buku Setangkai Bunga Sosiologi.
C.   OBYEK SOSIOLOGI  
            Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek.
             Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.
Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
a.       Pengertian terhadap lingkungan social manusia dalam kehidupan sehari-hari
b.      Peningkatan kehidupan masyarakat yang serasi
c.       Peningkatan kerjasama antar manusia

D.   METODE
Metode Sosiologi merupakan cara kerja yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau kegiatan, agar tercapai tujuan seperti yang telah kita tentukan dan harapkan.
Beberapa metode yang digunakan dalam Sosiologi adalah sebagai berikut :
·         1. Metode Kualitatif & Metode Kuantitatif


a.       Metode Kualitatif
Metode ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau dengan ukuran lain yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Contohnya penelitian tentang kehidupan, riwayat, dan perilaku seseorang, di samping juga tentang peranan organisasi, pergerakan sosial, atau hubungan timbal balik. Sebagian datanya dapat dihitung sebagaimana data sensus, namun analisisnya bersifat kualitatif.
a)      Metode Historis
b)      Metode Komparatif
c)      Metode Historis-Komparatif
d)     Metode Study Kasus
b.      Metode Kuantitatif
Metode ini digunakan dalam penelitian yang analisis datanya mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode ini adalah survei dan eksperimen. Gejala yang diteliti diukur dengan skala, indeks, tabel, atau formula-formula tertentu yang cenderung menggunakan uji statistik. Apakah perbedaan antara dua metode yang telah kita bahas di atas? Beberapa perbedaan mendasar dari dua metode tersebut dapat kamu pahami pada tabel berikut ini.
2.       Metode Induktif & Metode Deduktif
a.       Metode induktif adalah metode yang mempelajari suatu gejala khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam lapangan yang lebih luas.
b.      Metode deduktif adalah metode yang menggunakan proses yang berkebalikan dengan metode induktif, yaitu dimulai dengan kaidah-kaidah yang dianggap berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan yang bersifat khusus.
3.       Metode Empiris & Metode Rationalist
a.       Metode Empris
Metode mempelajari suatu masalah secar sistematis dan intensif untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak mengenai masalah tersebut melalui suatu penelitian.
                                          Dengan menggunakan metode ini maka penelitian bersifat :
                                     1. Basic Research
                                               Untuk mendapatkan pengetahuan lebih banyak
                                    2. Apllied Research
                                             Penggunaan ilmu pengetahuan secara praktis.
                b. Metode Rationalist
                    Metode Rationalist adalah metode yang mengutamakan penilaian dengan      logika dan pikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang kemasyarakatan.
E.     TEKNIK DALAM SOSIOLOGI
Teknik yaitu cara-cara khusu untuk penerapan metode ilmiah pada masalah-masalah khusus.  Teknik apa sajakah yang digunakan dalam riset sosiologi?
    1. Studi Cross-Sectional dan Longitudinal.
    2. Eksperimen Laboratorium dan Eksperimen Lapangan.
    3. Penelitian Pengamatan.
1.      Penelitian AtasDasar Kesan.
2.      Penelitian Komparatif Statistik (Statistical Comparative Studies)
3.      Penelitian Dengan Kuesioner Dan Wawancara
4.      Penelitian Pemgamatan Peserta (Participant Obsever Studies).
5.      Studi Kasus (Case Studies)
6.      Penelitian Evaluasi (Evaluation Research).
  1. KONSEP-KONSEP DASAR SOSIOLOGI.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa konsep dasar sosiologi,yang nantinya akan banyak ditemui dalam mempelajari dan memahami disiplin ilmu,diantarnya adalah :
1.      Individu.
Individu berasal dari kata Latin “ Individuum” artinya yang tak terbagi.Jadi individu merupakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas dan tidak dapat dipisahkan antara jasmani dan rohani(jiwa).
Dengan kata lain individu tesebut tumbuh menjadi pribadi yang dalam proses pertumbuhannya senantiasa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor pembawaan dan faktor lingkungan.
2.      Masyarakat
Sebuah masyarakat tidak hanya sekedar kumpulan orang-orang atau kerumnan manusia (crowd)yang mmiliki tujuan tertentu.Menurut  Anderson dan Parker,bahwa masyarakat iyu harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Adanya sejumlah orang,dua orang atau lebih.
2.      Memliki hubungan tetap dan teratur.
3.      Tinggal dalam satu daerah atau lokasi tertentu.
4.      Mereka terlibat karena memiliki kepentingan bersama.
5.      Memiliki tujuan bersama dan bekerja sama.
6.      Mempunyai perasaan solidaritas dan perasaan berbagi rasa.
7.      Sadar akan saling ketergantungan satu sama lain.
8.      Memiliki norma-norma dan aturan-aturan tertentu.
9.      Mengadakan ikatan/kesatuan berdasarkan unsur-unsur sebelumnya.
10.  Berdasarkan usur-unsur di atas kemudian membentuk kebudayaan bersama melalui hubungan antar manusia.
Sementara itu ,menurut Ralph Linton,masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja cukup lama,sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
Jika kita melihat sejarah perkembangan masyarakat dimanapun saja,bahwa pertumbyhan masyarakat itu melalui beberapa tahap perkembangan,mulai dari masyarakat sederhana(masyarakat berburu dan meramu ataupun masyarakat ladang berpindah),masyarakat pedesaan (masyarakat pertanian),masyarakat perkotaan (masyarakat industri)sampai masyarakat kompleks(masyarakat post modern).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar